TarunaKota, Kendal – Upaya mempercepat regenerasi petani muda di Kabupaten Kendal resmi dimulai melalui penandatanganan kerja sama antara Santri Tani Milenial Jayabinangun (STMJ) dengan Karang Taruna Kabupaten Kendal. Prosesi penandatanganan MoU ini berlangsung di Gedung Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis (12/2/2026).
Kolaborasi strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan krisis petani muda sekaligus memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan santri dan pemuda desa.
Sinergi Santri dan Pemuda untuk Pertanian
Ketua Umum STMJ, Kiai Muhammad Sayidil Mursalin, menjelaskan bahwa STMJ merupakan wadah bagi santri dari berbagai pesantren yang fokus pada sektor pertanian. Di Jawa Tengah, pihaknya memilih Karang Taruna sebagai mitra kunci untuk memperluas basis kader hingga ke tingkat desa.
“STMJ memiliki program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Kami juga telah menjalin MoU dengan Kementerian Pertanian sehingga menjadi bagian dari pelaksana program penguatan pertanian di tingkat masyarakat,” kata Sayidil Mursalin.
Ia juga menyoroti urgensi regenerasi mengingat mayoritas petani saat ini telah berusia di atas 50 tahun. Saat ini, STMJ telah menghimpun perwakilan dari tujuh kecamatan di Kendal sebagai motor penggerak komunitas santri tani lokal.
Kurikulum Pelatihan Berbasis Potensi Wilayah
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menyambut positif langkah ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan yang diberikan nantinya tidak akan dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan karakteristik geografis masing-masing wilayah di Kendal.
“Di wilayah Kendal bagian atas atau pegunungan, program akan diarahkan pada pengembangan pertanian kopi, sementara di wilayah pesisir difokuskan pada sektor perikanan dan pertanian pesisir,” kata Nattaya.
Dukungan Pemerintah dan Teknologi
Pembina Karang Taruna Kendal sekaligus Kepala Dinas Sosial, Muntoha, menambahkan bahwa target utama kerja sama ini adalah mencetak petani muda yang melek teknologi dan inovasi.
“Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian dan akan ditindaklanjuti dengan pelatihan serta pendampingan,” ungkap Muntoha.
Melalui kolaborasi antara santri, pemuda, dan pemerintah, diharapkan Kendal menjadi lumbung lahirnya generasi petani baru yang adaptif terhadap teknologi digital pertanian demi ketahanan pangan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan