TarunaKota, Ungaran, 2 Februari 2026 – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Semarang untuk masa bakti 2025–2030. Acara pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, pada Minggu (1/2/2026).

Dalam arahannya, Ngesti menekankan agar organisasi kepemudaan ini menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda di Bumi Serasi. Fokus utama yang ditekankan adalah pendampingan pemasaran bagi produk-produk UMKM yang dikelola oleh generasi muda agar mampu bersaing di kancah internasional.

“Potensi UMKM yang dilakukan generasi milenial ini sangat besar. Dampingi marketing mereka agar bisa (tembus pasar) ekspor,” katanya saat memberikan sambutan.

Sinergi Lintas Sektor dan Penanganan Isu Sosial

Bupati menginstruksikan Karang Taruna untuk memperkuat koordinasi dengan pihak eksekutif, legislatif, hingga sektor swasta guna membangun sinergi program kerja yang kuat. Selain aspek ekonomi, Karang Taruna juga diharapkan aktif dalam aksi sosial, mulai dari mitigasi bencana hingga membantu pengentasan kemiskinan.

Ngesti juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam menjaga ketertiban lingkungan dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif melalui sosialisasi yang masif hingga ke tingkat desa.

“Juga dalam hal menekan kenalan remaja. Narkoba, judi online hingga trek-trekan. Harus dilakukan sosialisasi untuk menekan hingga mengikis kegiatan tersebut,” lanjutnya.

Membangun Ekosistem Wirausaha dan Pendidikan

Ketua Karang Taruna Kabupaten Semarang terpilih, Lugud Endro Susilo, menyatakan kesiapannya untuk fokus pada digitalisasi dan pemberdayaan wirausaha muda. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem kepemudaan yang lebih modern.

“Kami akan membuka diri dan bekerja sama dengan semua pihak membangun ekosistem pemberdayaan pemuda yang baik. Kita juga sudah berkomunikasi dengan universitas yang ada di Kabupaten Semarang Ngudi Waluyo dan Undaris terkait keringanan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak di Kabupaten Semarang,” pungkasnya.

Kerja sama dengan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Ngudi Waluyo (UNW) dan Undaris diharapkan menjadi solusi nyata bagi para pemuda di Kabupaten Semarang untuk memperoleh akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau.