TarunaKota.com, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan serta memastikan kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor konstruksi, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap perusahaan-perusahaan jasa konstruksi binaan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 15 April 2025, dan dihadiri oleh sejumlah perusahaan mitra strategis dari sektor konstruksi, antara lain:
- Paramita Bangun Persada
- Ademco Security Indonesia
- Solar Kita Teknologi
- Taisei-CSC Joint Operation
- ATW Solar Indonesia
- Hutama Karya
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini bertujuan untuk memastikan seluruh perusahaan jasa konstruksi binaan menjalankan kewajiban kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan para pekerja di sektor konstruksi mendapatkan hak perlindungan sosial ketenagakerjaan secara optimal. Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita dapat memastikan implementasi program berjalan sesuai ketentuan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih intens dengan perusahaan mitra,” ujar Rafik.
Dalam sesi diskusi, masing-masing perusahaan menyampaikan laporan kepesertaan, tantangan dalam proses administrasi, serta komitmen mereka dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru juga memaparkan sejumlah pembaruan penting, seperti:
- Regulasi terbaru terkait jaminan sosial ketenagakerjaan
- Fitur-fitur layanan digital yang mempermudah administrasi
- Peluang kolaborasi dalam program edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek-proyek konstruksi
Abdul Basit, perwakilan dari Taisei-CSC Joint Operation, menyambut baik kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memastikan bahwa perusahaan kami tetap sejalan dengan ketentuan yang berlaku, serta meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja di proyek kami,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi rutin terhadap seluruh perusahaan binaan, khususnya di sektor jasa konstruksi yang dikenal memiliki risiko kerja tinggi. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan seluruh pekerja Indonesia dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan terlindungi. (Amelia)

Tinggalkan Balasan