TarunaKota, Boven Digoel  – Tabir gelap di balik penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, mulai terungkap. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengidentifikasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah sebagai dalang di balik serangan yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa kedua kelompok ini bergerak di bawah komando Elkius Kobak.

“Kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak,” ujar Faizal, Kamis (12/2/2026).

Detik-Detik Mencekam 11 Februari

Peristiwa bermula saat pesawat Smart Air yang membawa 13 penumpang (termasuk balita) lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT. Sesaat setelah menyentuh landasan Bandara Koroway Batu sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan mendadak muncul dari arah hutan di samping bandara.

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan fakta memilukan bahwa Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro sempat mengirimkan sinyal bahaya terakhir melalui perangkat navigasi mereka.

“Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan,” jelas Irjen Isir.

Gugur demi Melindungi Penumpang

Meski seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri ke arah hutan dan dinyatakan selamat, nasib nahas menimpa kedua pilot. Saat berusaha menyusul penumpang untuk berlindung, keduanya terus diburu oleh tembakan KKB di area terbuka.

“Pilot dan kopilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway),” tambah Brigjen Faizal.

Pengejaran Intensif

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran besar-besaran di wilayah Boven Digoel untuk mengejar kelompok Elkius Kobak yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dua putra terbaik penerbangan tersebut.

“Sementara itu, aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut,” tutup Faizal.