TarunaKota, Mataram, 8 Februari 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2028 resmi memulai babak baru. Di bawah komando Daud Gerung, organisasi payung kepemudaan ini bertekad melakukan perombakan cara berpikir melalui visi “Rejuvenasi Pemuda NTB”.
Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlangsung di Hotel Grand Madani, Mataram (7-8 Februari 2026), dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Dr. Ali Hanafiah. Dalam arahannya, Ali menegaskan bahwa kepemimpinan Daud Gerung adalah sah secara konstitusional dan meminta pengurus segera bersinergi dengan program strategis pemerintah daerah.
Menolak “Monumen Sejarah”
Dalam pidatonya, Daud Gerung tampil dengan narasi yang segar. Ia menegaskan bahwa KNPI harus keluar dari sekadar romantisme masa lalu atau seremoni musiman. Menurutnya, digitalisasi dan disrupsi ekonomi telah mengubah lanskap kepemudaan, sehingga pendekatan lama tidak lagi relevan.
“Kalau KNPI masih memakai pendekatan lama, maka organisasi ini hanya akan menjadi monumen sejarah. Rejuvenasi bukan sekadar ganti struktur, tapi pembaruan cara pandang agar pemuda hadir sebagai pelaku dan penggerak,” tegas Daud.
Ia menyoroti masalah mendasar pemuda NTB saat ini, mulai dari ketimpangan akses ekonomi, kualitas SDM yang belum merata, hingga minimnya keterlibatan dalam perumusan kebijakan publik.
Mitra Kritis dan Konstruktif
Salah satu poin penting yang ditekankan Daud adalah posisi politik KNPI terhadap pemerintah. Ia secara tegas menolak pola lama yang hanya memilih antara konfrontatif buta atau sekadar menjadi “stempel” kekuasaan.
“KNPI tidak boleh menjadi penonton pembangunan, tetapi juga tidak boleh kehilangan keberanian untuk mengingatkan. Kritik tanpa solusi adalah kegaduhan, sementara kedekatan tanpa integritas adalah pengkhianatan,” ujar mantan Ketua PKC PMII DKI Jakarta tersebut.
Fokus Sektor Strategis
Ke depan, KNPI NTB akan fokus pada sektor-sektor prioritas seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, desa wisata, hingga pengawalan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua MPI DPD KNPI NTB, Ir. H.K. Lalu Winengan, menambahkan bahwa Daud telah memenuhi seluruh kriteria normatif kepemimpinan. Ia berharap KNPI di bawah kepemimpinan baru ini menjadi laboratorium gagasan yang mampu memberikan rekomendasi konkret berbasis riset kepada pemerintah, bukan sekadar organisasi yang “lantang namun miskin ide”.

Tinggalkan Balasan