TarunaKota, Sarolangun, 4 Februari 2026– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memberikan jaminan terkait ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG subsidi 3 kilogram (kg) di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi. Langkah ini diambil untuk memastikan energi bersubsidi tersebut tetap tepat sasaran dan tersedia bagi masyarakat yang berhak.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap 271 pangkalan aktif yang tersebar di Sarolangun.
Prioritas untuk Rumah Tangga dan Pengawasan HET
Menyikapi adanya indikasi kenaikan harga di tingkat pengecer, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah serta memberikan instruksi keras kepada para agen agar pangkalan mengutamakan konsumen rumah tangga.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah berkoordinasi pemerintah daerah serta memberikan arahan tegas ke seluruh agen LPG untuk mengimbau pangkalan mendahulukan konsumen rumah tangga dibanding pengecer, serta mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku,” tegas Rusminto.
Pertamina juga memperingatkan akan memberikan sanksi berat bagi pihak-pihak yang terbukti menjual di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami telah menginstruksikan agen untuk memastikan pangkalan menjual LPG 3 kg sesuai HET dan memberikan komunikasi yang baik kepada konsumen agar tidak melakukan panic buying terkait adanya penyesuaian maksimal pengiriman 200 tabung per trip,” tambahnya.
Gencarkan Operasi Pasar di Berbagai Kecamatan
Sebagai langkah konkret mengatasi dinamika di lapangan, Pertamina bersama Pemprov Jambi telah menggelar serangkaian operasi pasar di titik-titik strategis sepanjang Januari 2026, di antaranya:
- Kecamatan Singkut (23 Januari): Alokasi 560 tabung.
- Kecamatan Bathin VIII (24 Januari): Alokasi 280 tabung.
- Pasar Sarolangun (26 Januari): Alokasi 200 tabung.
Edukasi dan Layanan Pengaduan
Pertamina mengimbau warga agar selalu membeli gas melon di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai HET. Selain itu, masyarakat mampu diharapkan beralih menggunakan produk nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kg atau 12 kg agar subsidi lebih tepat sasaran.
Masyarakat juga diajak berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan adanya penyimpangan distribusi di lapangan, warga dapat melaporkannya langsung melalui layanan Pertamina Contact Center 135.

Tinggalkan Balasan