TarunaKota, Jambi, 3 Februari 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mempercepat pengentasan kawasan kumuh dengan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pada tahun ini, sebanyak 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) resmi diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan renovasi.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah layak huni guna memastikan warga Jambi memiliki hunian yang aman, sehat, dan bermartabat.

Bantuan Rp20 Juta per Rumah

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi, Wildan, menjelaskan bahwa setiap unit rumah yang disetujui akan mendapatkan stimulan dana sebesar Rp20 juta.

“Setiap rumah akan menerima bantuan sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Kami optimistis usulan ini segera terealisasi agar warga bisa tinggal dengan nyaman,” jelas Wildan

Wildan menambahkan bahwa perbaikan fisik bangunan ini juga akan berdampak pada penataan lingkungan permukiman secara keseluruhan.

Kolaborasi dengan Baznas dan DPR RI

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa penanganan RTLH adalah prioritas utamanya. Ia aktif menjemput bola ke berbagai instansi, termasuk menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan melakukan lobi ke tingkat pusat saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI.

“Saya berjuang salah satunya ke Baznas. Dari 50 rumah yang dijanjikan, baru terealisasi 11 rumah, artinya masih ada 39 unit lagi yang harus kita kawal. Selain itu, dari komunikasi dengan Komisi V DPR RI, kita mendapat dukungan tambahan untuk 78 unit program bedah rumah,” ungkap dr. Maulana.

Maulana menginstruksikan jajarannya untuk benar-benar mendata masyarakat yang paling membutuhkan agar bantuan tepat sasaran.

“Carikan masyarakat yang memang membutuhkan. Setidaknya kita sudah membantu saudara-saudara kita. Kita memang harus berjuang terus agar target tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah memprihatinkan dapat tercapai,” tegasnya.

Melalui strategi kolaborasi anggaran antara pusat, daerah, dan lembaga zakat ini, Pemkot Jambi menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Kota Jambi.