TarunaKota, Jakarta, 3 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kementerian, lembaga, BUMN, TNI, Polri, hingga institusi pendidikan untuk melakukan aksi nyata bersih-bersih lingkungan. Hal ini ditegaskan Presiden sebagai respons atas kritik dunia internasional mengenai kondisi kebersihan di Indonesia, termasuk di kawasan wisata seperti Bali.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden menekankan pentingnya budaya “korve” atau kerja bakti yang dipimpin langsung oleh para pemangku kebijakan.

“Gubernur, Bupati (pelajar) SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih entah hari Sabtu, hari Jumat semua anak sekolah kumpul di pantai ini… Ayo kita bersihkan ramai-ramai, korve,” tegas Prabowo.

Instruksi Khusus untuk TNI-Polri dan Menteri

Presiden menyatakan tidak akan segan menggerakkan komando kewilayahan jika pemerintah daerah dianggap lamban dalam menangani masalah sampah. Ia memerintahkan jajaran Dandim hingga Danrem untuk terlibat aktif.

“Dandim, Danrem saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu korve setiap hari atau setiap berapa hari, kepolisian gerakkan, korve, korve, korve,” ucapnya.

Tak hanya di lapangan, lingkungan perkantoran pemerintah pun wajib menjadi contoh. Presiden meminta setiap menteri memimpin jajarannya bersih-bersih minimal 30 menit sebelum mulai bekerja.

“Benar ya, jangan siap-siap (saja). Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor kalau perlu menteri yang mimpin, kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” tutur Presiden.

Solusi Jangka Panjang: Investasi Rp58 Triliun untuk Waste to Energy

Menyadari bahwa banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami overcapacity pada 2028, Presiden melalui Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyiapkan langkah besar. Pemerintah akan membangun 34 fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).

Total investasi yang disiapkan mencapai 3,5 miliar dollar AS (sekitar Rp58,7 triliun). Proyek ini diproyeksikan mulai berfungsi dalam dua tahun ke depan.

“Untuk itu tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota ini. Saya minta ground breaking beberapa bulan ini dilaksanakan,” kata Prabowo.

Teknologi yang akan digunakan diklaim lebih canggih dibandingkan mayoritas teknologi serupa di China. Lead of Waste to Energy BPI Danantara Indonesia, Fadli Rahman, memastikan standar tinggi akan diterapkan dalam proyek ini.

“Kami tidak menerapkan teknologi yang lama tetapi teknologi yang baru… standarnya jauh lebih tinggi daripada yang kami sudah set di proposal,” jelas Fadli Rahman.

Target besar pemerintah adalah mencapai pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029 melalui kombinasi gerakan sosial “Indonesia Asri” dan percepatan infrastruktur energi terbarukan berbasis sampah.