TarunaKota, Jakarta, 31 Januari 2026 – Kementerian Hukum Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengajar, pembina, serta Taruna dan Taruni Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin). Penghargaan ini diberikan atas dedikasi mereka dalam kegiatan pengabdian masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menilai keterlibatan para taruna di wilayah terdampak bencana bukan sekadar tugas akademik, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial.
“Yang paling dipentingkan dalam hidup adalah peduli kepada sesama, khususnya kepedulian kepada orang-orang yang berada dalam kesulitan,” ujar Supratman Andi Agtas.
Beliau juga menekankan bahwa kesempatan untuk terjun langsung membantu masyarakat adalah momen berharga untuk membentuk karakter calon abdi negara yang berintegritas.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini. Kepintaran harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 119 taruna yang terdiri dari 77 Taruna Poltekip dan 42 Taruna Poltekim. Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Hukum yang dikoordinasikan bersama Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Selama 12 hari kerja, para taruna berfokus pada percepatan pemulihan di tiga titik utama: Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Rumah Dinas Pegawai, dan SDIT Darul Mukhlishin.
Bekal Moral Masa Depan
Apresiasi senada juga datang dari daerah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, yang turut menyampaikan pesan Menteri Hukum, menegaskan bahwa pengalaman ini harus menjadi fondasi moral bagi para taruna saat bertugas nanti.
“Pengabdian ini merupakan pembelajaran penting bagi taruna untuk menanamkan nilai kepedulian sosial. Kehadiran mereka di Aceh Tamiang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik melalui bantuan nyata maupun semangat kebersamaan,” pungkas Johan Manurung.
Kehadiran para taruna di tengah masyarakat Aceh Tamiang dinilai berhasil membangkitkan semangat gotong royong dan mempercepat proses pemulihan fisik sarana publik yang terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan