TarunaKota.com, Jambi – Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjadikan Program Kampung Bahagia sebagai salah satu dari sebelas program prioritas utamanya untuk periode 2025–2029.
Program ini digagas sebagai terobosan strategis untuk secara signifikan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Jambi.
Anggaran dan Fokus Program
Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa Program Kampung Bahagia didukung dengan pendanaan yang substansial, mencapai hingga Rp100 juta per RT. Dana ini diarahkan untuk empat fokus utama:
- Peningkatan Infrastruktur Lingkungan
- Perbaikan Sanitasi
- Penguatan Ekonomi Masyarakat
- Peningkatan Kelembagaan RT
“Program Kampung Bahagia hadir sebagai upaya membangun relasi sosial yang lebih kuat serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong di masyarakat,” tegas Maulana.
Implementasi dan Landasan Hukum
Program ini mulai diimplementasikan pada tahun 2025 sebagai proyek percontohan (pilot project) di 67 RT di seluruh Kota Jambi.
Pelaksanaan program bersifat fleksibel, di mana setiap kegiatan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan spesifik masing-masing RT. Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia memegang peran strategis untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Landasan hukum Program Kampung Bahagia diatur dalam Perwal Nomor 18 Tahun 2025 dan disempurnakan melalui Perwal Nomor 36 Tahun 2025.
Optimisme Realisasi dan Dampak Sosial
Maulana menyatakan optimisme bahwa seluruh program dapat tuntas sebelum akhir tahun 2025. Hingga saat ini:
- Anggaran untuk seluruh RT telah dicairkan 100%.
- Realisasi kegiatan mencapai sekitar 90%.
Dalam kesempatan lain yang dirangkaikan dengan Senam Jantung Sehat, Pemkot Jambi juga menyerahkan perlengkapan olahraga. Hal ini sejalan dengan misi program untuk memperkuat kohesi sosial dan ruang interaksi warga.
“Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan kembali modal sosial masyarakat seperti gotong royong dan solidaritas,” ujarnya.
Contoh Keberhasilan
Wali Kota Jambi menyoroti keberhasilan di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan sebagai contoh nyata. Kegiatan di RT ini, yang diinisiasi oleh Pokja Kampung Bahagia, dinilai berjalan sesuai harapan karena seluruh tahapan, terutama proses Urun Rembug, dilaksanakan dengan baik.
Maulana berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya untuk direplikasi di tahun-tahun mendatang.
Ia menutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, menekankan bahwa keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan dan kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan berdaya.

Tinggalkan Balasan